Ada banyak email penawaran yang masuk ke inbox kita setiap harinya. Ya, email kini tak Cuma berfungsi untuk mengirimkan email biasa. Banyak bisnis yang menggunakan email untuk menawarkan produk, jasa atau sekadar memberikan tips berguna sebagai bagian dari branding terhadap konsumennya.
Beberapa dari email tersebut tak menarik untuk dibuka dan langsung menuju ‘Trash’ dan beberapa menarik untuk dibuka, bahkan kita tertarik untuk menerima penawaran yang diajukan.
Apa yang membedakan email marketing yang masuk ‘trash’ dan email marketing yang menarik tersebut? Sebelum Anda membuat email marketing untuk bisnis Anda, coba luangkan waktu untuk merancangnya dengan seksama.
Desain. Luangkan waktu untuk membuat desain yang menarik. Menarik bukan berarti ramai penuh warna dan ornamen. Semakin sederhana, lebih baik. Desain yang clean dan simple, mudah dibaca dan dicerna memperbesar peluang email diklik dan berlangganan.
Pesan yang fokus. Jika bisnis Anda memiliki newsletter mingguan, pisahkan dengan email penawaran lainnya. Cantumkan link ‘call to action’ yang sesuai dengan konten email marketing penawaran yang dikirimkan. Misalnya, email marketing penawaran produk pakaian musim hujan, maka sertakan link yang memuat produk tersebut. Jangan cantumkan link lain di luar itu. Satu email memuat satu pesan yang jelas dan ‘call to action’ yang jelas.
Penjualan tambahan. Makin luas kanal, makin baik kesempatan untuk meningkatkan penjualan. Jika klien baru saja membeli dari Anda, dan Anda tahu ada produk lainnya yang bisa menjadi pelengkap produk yang baru saja dibeli, maka email marketing adalah kanal yang tepat untuk menawarkan produk pelengkap tersebut. Jika berhasil, tentu saja menjadi penjualan tambahan yang menguntungkan.
Kuncinya, selalu ciptakan hubungan yang berharga antara produk dan layanan sehingga penjualan tambahan menjadi sesuatu yang tulus. Jika tidak, maka Anda hanya akan mengganggu pelanggan Anda dengan email-email tersebut.
EmoticonEmoticon